Berproses menjadi
lebih baik tentunya memerlukan usaha yang cukup
besar. Dimulai dari tekad yang kuat,
usaha yang konsisten agar mencapai hasil maksimal, tak lupa do’a. Istilah usaha tidak menghianati hasil rupanya terjadi dalam langkah
berprosesnya SDN Sukowinangun 2 dalam mengembangkan sekolah inklusi. Tuhan memberi jalan
melalui hal yang tak terduga. Upaya yang
sudah dijalani oleh pendidik di
Sukowinangun 2 disambut baik oleh Bupati
Magetan. Melalui beliau, terjalinlah ikatan silaturahmi dengan dosen UNIPMA
yang siap membantu memberikan bimbingan terhadap beberapa kegiatan yang
nantinya akan dilaksanakan secara mandiri oleh Bapak/Ibu guru. Serangkaian kegiatan yang dijalankan selama 1 tahun berupa,
Pelatihan Tari yang telah ditampilkan di acara Pelepasan siswa kelas 6 dimana
salah satu penari adalah siswi down syndrome. Selain tari ada pelatihan menyanyi,
dimana siswa reguler dan ABK dijadikan satu. Menggambar juga diajarkan khusus
kepada siswa ABK, guna melatih kreatifitas serta kesabaran anak ABK dalam
menghasilkan sebuah gambar sesuai
kemampuan mereka. Selain pendampingan
untuk siswa, Guru juga diberikan pendampingan berupa Workshop. Antara lain 1)Workshop
pembuatan Web dan Pembelajaran Eco Literasi, 2)Workshop Perpustakaan
3)Pendampingan Asessmen ABK bersama Psikolog, 4)Parenting , 5)Baksos Mahasiswa
Jurusan BK dan pemberian media pembelajaran interaktif, 6) Pelatihan Tata Rias,
7)Pengecatan Bersama Halaman Sekolah dan
dinding belakang sekolah. Begitu banyak ilmu yang di bagikan oleh Tim Dosen UNIPMA,
begitu besar dukungan serta begitu erat jalinan persaudaraan dengan Tim Dosen
UNIPMA. Semoga ilmu yang sudah di bagikan kepada Siswa-siswi serta Bapak/Ibu
Guru dapat tidak menjadi sia-sia. Jaya SDN Sukowinangun 2, Jaya UNIPMA, Jaya
Pendidikan Indonesia.